Kenapa Pria Korea Pilih Briket Batubara untuk Bunuh Diri?VIVA.CO.ID1 | JalanPintas

Kenapa Pria Korea Pilih Briket Batubara untuk Bunuh Diri?VIVA.CO.ID1



Jonghyun SHINee
Jonghyun SHINee (Facebook.com/pg/shinee )

VIVA – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Salah satu anggota boyband asal papan atas negeri itu, SHINee, Kim Jonghyun, ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya pukul 18.00 waktu setempat, Senin 18 Desember 2017.


Dalam beberapa keterangan menyebutkan, tidak jauh dari tubuh Jonghyun yang terbaring di apartemen daerah Gangnam-Gu, Chungdam-Dong terdapat briket batubara menyala. 



Dugaan kuat hingga saat ini, Jonghyun mengakhiri hidupnya dengan menggunakan briket batubara. Jika dugaan itu benar, Jonghyun sebetulnya bukanlah artis Korea pertama yang memutuskan untuk bunuh diri dengan briket batubara. Pada 8 September 2008, aktor Ahn Jae-hwan juga mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama.


Dalam gambaran yang lebih luas, kasus bunuh diri dengan menggunakan briket batubara juga bukan hal baru di Korea. Data Statistik Korea bahkan mencatat terjadi peningkatan kasus bunuh diri dengan cara tersebut sepanjang 2000 hingga 2011. Hal ini terlihat, pada 2007 proporsi kasus bunuh diri dengan briket batubara hanya sebesar 0,7 persen atau 84 kasus dari total kasus bunuh diri secara keseluruhan.


Namun, memasuki 2008 kasus ini meningkat dengan cepat menjadi 7,9 persen  atau 1.251 kasus di tahun 2011. Dalam studi berjudul,Trends and Risk Factors of the Epidemic of Charcoal Burning Suicide in a Recent Decade among Korean People, (Tren dan Faktor Risiko Epidemi Pembakaran Arang sebagai Cara Bunuh Diri dalam Dekade Baru-baru Ini di antara Orang Korea), menyebutkan bahwa peliputan media tentang kasus kematian Ahn Jae-hwan, merupakan salah satu faktor risiko signifikan untuk bunuh diri dengan cara itu.


"Laporan media tentang bunuh diri Ahn dapat menyebabkan wabah epidemi bunuh diri dengan briket batubara sejak 2008, Risiko bunuh diri dengan briket batubara sebesar 11,69 kali lebih tinggi setelah September, 2008 dibandingkan dengan bulan sebelumnya," tulis peneliti dalam laporan yang diunggah di Journal of Korean Medical  and Science, Selasa 19 Desember 2017.


Setelah Ahn bunuh diri, industri media Korea melaporkan secara intensif mengapa dan bagaimana cara bunuh diri. Menurut studi berjudul Improving portrayal of suicide in the media in Asia, (Meningkatkan Potret Bunuh Diri di Media di Asia),  liputan media tentang bunuh diri di Korea sangat sensasional dan ceroboh daripada negara-negara Eropa barat dan Amerika Utara.


Selain itu, Korea memiliki tingkat bunuh diri tertinggi kedua di dunia, yang menyiratkan adanya sejumlah besar populasi rentan. Oleh karena itu, setelah selebriti bunuh diri, efek peniruan pada kasus bunuh diri berikutnya sangat mungkin terasa di Korea.


Laporan media secara kontinyu tentang kasus bunuh diri dengan briket pada kasus Ahn mungkin memberi kesan pada orang-orang yang rentan bahwa bunuh diri dengan cara itu tidak menyakitkan dan tidak merusak bentuk fisik, seperti yang disarankan dalam penelitian di Taiwan.


Namun diperlukan penelitian tambahan tentang bagaimana media di Korea menggambarkan bunuh diri dengan briket batubara sebagai metode bunuh diri dirasakan oleh orang-orang yang rentan.


Penelitian itu juga menyebutkan bahwa laki-laki lebih cenderung memilih bunuh diri dengan briket batubara daripada perempuan. Hal ini juga sesuai dengan penelitian sebelumnya di Taiwan dan Jepang.  


Penelitian lain berjudul, Methods of choice in completed suicides: gender differences and review of literature (Pilihan Metode Bunuh Diri yang Berhasil) juga melaporkan bahwa laki-laki lebih cenderung menggunakan metode fatal untuk melakukan bunuh diri seperti gantung dan keracunan. Mereka yang berusia 25-44 tahun berisiko tertinggi, sesuai dengan usia Jong-hyun yang mengakhiri hidupnya di usia 27 tahun.


Saat ini banyak tindakan pencegahan untuk mengekang bunuh diri dengan briket batubara telah dilaksanakan, seperti arang yang tidak boleh ditampilkan di toko.


"Pemerintah Korea perlu segera menetapkan tindakan pencegahan bunuh diri CB lebih lanjut, termasuk peraturan media yang efektif mengenai pelaporan kasus bunuh diri tersebut," tulis para peneliti sebagai masukan. 


Artikel Asli





Sumber




0 Response to "Kenapa Pria Korea Pilih Briket Batubara untuk Bunuh Diri?VIVA.CO.ID1"

Posting Komentar